Rabu, 28 Agustus 2019


Gempa Bumi dan Tsnami di palu
 
Sejak gempa dan tsunami melanda Palu dan daerah sekitarnya di Sulawesi Tengah pada tanggal 28 september 2019, lebih dari 2.000 jenazah telah ditemukan . Namun, jumlah pasti korban meninggal dunia amat mungkin tidak akan diketahui mengingat jumlah daerah tersapu tsunami dan likuifaksi sehingga menggubur banyak orang.
Gempa mengguncang pada pukul 18:02 WITA bencana terjadi . Tanah yang mereka injak berguncang kuat, jalan-jalan terbelah seperti ombak dan bangunan-bangunan ambruk . Gempa berkekuatan 7,4 skala Richter telah melanda Palu, Sulawesi Tengah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat gempa dan tsunami Palu dan sekitarnya bertambah menjadi 2.113 orang . Jumlah ini bertambah dari catatan jumlah korban meninggal 2.010 orang . Sedangkan korban luka-luka akibat gempa dan tsunami Palu mencapai 4.612 orang . Selain itu, masih ada sebanyak 1.309 orang hilang sampai saat ini 223.751 orang yang masih mengungsi 122titik.
Gempa disebabkan oleh lempengan bumi yang saling bertumpukkan satu sama lain . Ini terjadi secara konstan, namun kadang tumbukannya besar dan relatif dekat dengan area padat penduduk sehingga menimbulkan konsekuensi parah
Tsunami terjadi karena adanya gempa di bawah laut atau dasar laut yang disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi. Sehingga, lempengan yang tergerak naik ke atas akan menyebabkan gelombang tinggi di permukaan laut yang biasanya disebut tsunami.