Gempa Bumi dan Tsnami di palu
Sejak gempa dan tsunami melanda Palu
dan daerah sekitarnya di Sulawesi Tengah pada tanggal 28 september 2019, lebih
dari 2.000 jenazah telah ditemukan . Namun, jumlah pasti korban meninggal dunia
amat mungkin tidak akan diketahui mengingat jumlah daerah tersapu tsunami dan
likuifaksi sehingga menggubur banyak orang.
Gempa mengguncang pada pukul 18:02
WITA bencana terjadi . Tanah yang mereka injak berguncang kuat, jalan-jalan
terbelah seperti ombak dan bangunan-bangunan ambruk . Gempa berkekuatan 7,4
skala Richter telah melanda Palu, Sulawesi Tengah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat gempa dan tsunami Palu dan
sekitarnya bertambah menjadi 2.113 orang . Jumlah ini bertambah dari catatan
jumlah korban meninggal 2.010 orang . Sedangkan korban luka-luka akibat gempa
dan tsunami Palu mencapai 4.612 orang . Selain itu, masih ada sebanyak 1.309
orang hilang sampai saat ini 223.751 orang yang masih mengungsi 122titik.
Gempa disebabkan oleh lempengan bumi
yang saling bertumpukkan satu sama lain . Ini terjadi secara konstan, namun
kadang tumbukannya besar dan relatif dekat dengan area padat penduduk sehingga
menimbulkan konsekuensi parah
Tsunami terjadi karena adanya gempa
di bawah laut atau dasar laut yang disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi. Sehingga,
lempengan yang tergerak naik ke atas akan menyebabkan gelombang tinggi di
permukaan laut yang biasanya disebut tsunami.